Kolaka Utara – Wakil Bupati Kolaka Utara (Kolut), H. Jumarding, menyoroti keras polemik pesta minuman keras (miras) yang diiringi musik DJ di lokasi proyek Puskesmas ILP Rawat Inap Latowu, Kecamatan Batu Putih. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera bergerak cepat agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut dan mencoreng citra daerah.
Menurut Wabup, penanganan kasus tersebut harus dilakukan sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing instansi. Ia mempersilakan Dinas Kesehatan, BKPSDM, serta pihak kepolisian untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan.
“Saya minta Kadis Kesehatan, BKPSDM, dan kepolisian segera menindaklanjuti persoalan ini sesuai tupoksi masing-masing,” ujar Jumarding, Selasa (6/1/2025).
Secara khusus, ia meminta Dinas Kesehatan dan BKPSDM segera melakukan investigasi, klarifikasi, dan pengumpulan bukti di lapangan, kemudian melaporkan hasilnya kepada Bupati Kolaka Utara. Menurutnya, penanganan seharusnya sudah dilakukan sejak awal saat kasus ini viral di media sosial.
“Kasus ini sudah menyeret nama pemerintah daerah. Seharusnya ditangani sejak awal, bukan menunggu setelah RDP di DPRD,” tegasnya.
Wabup menilai alasan proyek belum dilakukan serah terima tidak dapat dijadikan pembenaran. Menurutnya, lokasi pembangunan puskesmas tetap merupakan aset milik pemerintah daerah yang harus dijaga.
“Tidak bisa dibenarkan hanya karena belum serah terima. Ini aset pemerintah,” katanya.
Terkait dugaan keterlibatan Kepala Dinas Kesehatan Kolaka Utara, Irham, yang disebut-sebut memfasilitasi dan turut hadir dalam pesta tersebut, Jumarding membantah keras tudingan itu. Ia menegaskan Irham tidak berada di lokasi kejadian.
“Itu tidak benar. Pada malam pergantian tahun, Kadis Kesehatan bersama saya,” ujarnya.
Wabup menegaskan, kasus ini harus ditangani secara serius karena telah mencoreng nama desa, kecamatan, instansi kesehatan, institusi kepolisian, hingga pemerintah daerah. Sementara untuk dugaan pelanggaran hukum, ia menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
Diketahui, pesta miras yang diiringi musik DJ tersebut terjadi pada malam pergantian tahun, 31 Desember 2025, dan menjadi viral setelah sejumlah video beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut terlihat hiburan DJ, sejumlah wanita berpakaian minim, serta tumpukan dus minuman keras yang disebut berjumlah puluhan dus. (IS)





