Usai Jalani Operasi Luka Bakar, Santri Ponpes di Kolut Berangsur Pulih

Kolaka Utara – AMRM (13), santri Pondok Pesantren Al-Islami Meeto, Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, korban penganiayaan berat yang menyebabkan luka bakar serius, kini mulai menunjukkan perkembangan positif usai menjalani operasi debridement.

Operasi tersebut dilakukan di RSUD Djafar Harun Lasusua, Kamis (17/4/2025), selama kurang lebih satu jam. Tindakan medis ini bertujuan untuk mengangkat jaringan kulit mati yang mulai terinfeksi, terutama di bagian perut.

“Operasi debridement kemarin berjalan sekitar satu jam,” ujar dr. Andi Widiarsah, mewakili tim dokter spesialis bedah RSUD Djafar Harun.

Dokter bedah lainnya, dr. Muh Andy Jaya N, menjelaskan bahwa prosedur tersebut penting untuk mempercepat proses penyembuhan dan mencegah infeksi menyebar lebih luas.

“Setelah operasi, kondisi pasien membaik. Infus sudah dilepas, diganti dengan obat minum. Pasien juga mulai bebas bergerak dan keluhan nyeri berkurang,” ungkapnya.

Selain kondisi fisik, kondisi psikologis AMRM juga mulai stabil. Ia sudah aktif berkomunikasi dengan keluarga, jauh berbeda saat pertama kali dirawat di rumah sakit.

“Sekarang pasien jauh lebih tenang dan responsif,” tambah dr. Andy.

Meski kondisinya berangsur pulih, AMRM masih harus menjalani perawatan intensif selama kurang dari satu minggu. Setelah itu, ia akan melanjutkan rawat jalan dengan kontrol rutin ke poli bedah setiap dua hari.

“Pemantauan luka harus tetap di rumah sakit agar bisa ditangani langsung oleh tim bedah,” tegasnya.

Tak hanya itu, bagian tangan AMRM juga memerlukan terapi khusus agar kembali berfungsi optimal. Proses rehabilitasi akan dilakukan bersama dokter spesialis rehabilitasi medik.

“Kita juga mulai latihan fisik untuk bagian tangan, bekerja sama dengan dokter rehab medik,” ucapnya
IS

Pos terkait