Kolaka Utara – Tim Sat Reskrim Polres Kolaka Utara masih menunggu hasil visum dari Rumah Sakit Djafar Harun Lasusua terkait kasus dugaan bunuh diri seorang pelajar SMA berinisial AB (18), warga Desa Delang-Delang, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Korban ditemukan meninggal dunia pada Rabu malam, Sekitar pukul 18.07 wita, dengan cara menggantung diri di sebuah rumah kosong milik Hj. Kondeng. Diperkirakan korban sudah mebinggal 10 jam laku, dengan ciri tangan dan kaki sudah berwarna hitam.
Kasat Reskrim Polres Kolaka Utara, AKP. Fernando Oktober, menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Polsek Kodeoha dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian. Visum luar juga telah dilakukan oleh dokter spesialis bedah di RS Djafar Harun Lasusua untuk memastikan penyebab kematian korban.
“Kami sudah menerima informasi terkait dugaan kasus bunuh diri ini, dan telah turun ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi yang mengetahui kejadian tersebut,” ujar Fernando Oktober saat diwawancarai di ruang Media Center Mako Polres Kolut, Kamis (17/4/2025).
Fernando menambahkan bahwa pihak kepolisian menemukan percakapan korban dengan kekasihnya melalui aplikasi WhatsApp, yang menunjukkan adanya konflik di antara keduanya. Meskipun demikian, polisi belum dapat memastikan apakah kejadian ini benar-benar merupakan bunuh diri atau ada faktor lain yang mempengaruhi kematian korban.
“Kami masih mendalami lebih lanjut, dan meskipun ada indikasi konflik dengan pacarnya, kami belum bisa menarik kesimpulan karena kami masih menunggu hasil visum dari RS Djafar Harun Lasusua untuk memperjelas motif kematian korban,” jelasnya.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka belum bisa memastikan apakah ini benar-benar kasus bunuh diri atau bukan. Mereka akan terus melakukan penyelidikan lebih mendalam dan menunggu hasil visum untuk menentukan penyebab dan motif kematian pelajar tersebut.
IS





