Kolaka Utara – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan ibadah haji. Sebanyak 111 calon jemaah haji asal Kolaka Utara resmi dilepas keberangkatannya oleh Bupati Drs. H. Nurrahman Umar, M.H., dalam sebuah seremoni yang berlangsung khidmat pada Rabu pagi (28/05/2025).
Tahun ini, Kolaka Utara mencatatkan kebijakan progresif dalam pelayanan haji. Seluruh biaya transportasi jemaah—baik perjalanan menuju embarkasi Makassar maupun saat kembali dari embarkasi ke daerah—ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Daerah. Tak hanya itu, Pemda juga memberikan bantuan langsung tunai sebesar Rp1 juta untuk masing-masing jemaah sebagai bentuk dukungan moril dan finansial.
Dalam sambutannya, Bupati Nurrahman menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan jemaah dan menitipkan pesan khusus agar para jemaah senantiasa mendoakan kemajuan daerah saat berada di Tanah Suci.
“Kami memohon kesediaan Bapak dan Ibu jemaah untuk senantiasa mendoakan kami semua di Tanah Suci untuk kesehatan, keselamatan, dan kemajuan Kolaka Utara. Semoga doa-doa yang dipanjatkan membawa keberkahan bagi daerah kita tercinta,” ungkapnya.
Keberangkatan jemaah tahun ini tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 39 Embarkasi Makassar. Kepala Kementerian Agama Kabupaten Kolaka Utara, Alimuddin, S.Ag, menyebutkan bahwa rentang usia jemaah sangat beragam—dari yang termuda berusia 24 tahun hingga yang tertua berusia 88 tahun.
Para jemaah dijadwalkan bertolak menuju embarkasi Makassar pada hari yang sama, menggunakan moda transportasi laut, dan selanjutnya akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 30 Mei oleh maskapai Garuda Indonesia. Sementara itu, kepulangan jemaah direncanakan pada 8 Juli 2025 dan diperkirakan tiba kembali di Kolaka Utara pada 9 Juli.
Pemda Kolaka Utara menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Sulawesi Tenggara yang tahun ini memberikan fasilitas transportasi penuh serta bantuan uang saku bagi jemaah haji.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan, kemandirian, serta akhlak mulia selama menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Jadilah jemaah yang tertib, mandiri, dan menjaga akhlak mulia. Karena apa yang kita lakukan di sana bukan hanya ibadah pribadi, tapi juga membawa nama baik daerah,” pesannya.
Acara pelepasan diakhiri dengan prosesi simbolis penyerahan bendera daerah kepada perwakilan jemaah. Bupati didampingi Wakil Bupati dan sejumlah pejabat tinggi daerah turut hadir dalam momentum penuh haru tersebut, menandai dimulainya perjalanan spiritual para tamu Allah SWT dari Bumi Patampanua. (Israil Yanas)





