Bayi laki – laki Ditemukan di Toilet Masjid, Meninggal Setelah Dirawat di Puskesmas Kolaka Utara

Kolaka Utara – Suasana tenang di Masjid Nurul Yakin, Kelurahan Lapai, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, berubah menjadi duka setelah warga menemukan seorang bayi laki – laki yang diduga baru dilahirkan di area toilet masjid, Sabtu pagi (18/7/2026), Bayi tersebut sempat dievakuasi ke puskesmas Lapai untuk mendapatkan penanganan medis, namun akhirnya meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Kapolsek Ngapa, IPTU Andi Jusman, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 09.00 WITA.
Setelah menerima informasi tersebut, personel Polsek Ngapa langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Dari hasil penyelidikan awal, kami telah memeriksa dua orang saksi, termasuk Ketua Pembangunan Masjid Nurul Yakin, Haji Arif,” ujar IPTU Andi Jusman.

Berdasarkan keterangan Haji Arif, sebelum pukul 06.00 WITA ia sempat mendatangi deretan toilet masjid karena melihat air mengalir dari saluran pembuangan. Saat memeriksa satu per satu pintu toilet, ia mendengar suara bayi laki – laki dari salah satu bilik sehingga mengira toilet sedang digunakan dan memutuskan untuk tidak melanjutkan pemeriksaan.

Beberapa jam kemudian, warga dikejutkan dengan penemuan seorang bayi laki – laki di lokasi tersebut. Bayi itu segera dievakuasi ke puskesmas dengan harapan dapat diselamatkan. Namun, setelah mendapat penanganan medis, bayi malang itu akhirnya meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan awal dokter memperkirakan bayi tersebut baru dilahirkan sekitar dua hingga tiga jam sebelum ditemukan. Polisi juga menyebut tidak ditemukan bercak darah yang mengarah pada proses persalinan di dalam toilet masjid. Selain itu, tali pusar bayi telah dalam kondisi terpotong, sehingga diduga proses persalinan tidak terjadi di lokasi penemuan.

Kapolsek menambahkan, kamera pengawas (CCTV) di area masjid sudah beberapa bulan tidak berfungsi. Berdasarkan keterangan pengurus masjid, perangkat tersebut sengaja dinonaktifkan karena mengganggu sistem suara (sound system) di menara masjid.

Sementara itu, hasil pemeriksaan awal tenaga medis menunjukkan masih keluar darah dari hidung bayi saat kedua kakinya diluruskan yang diduga akibat benturan. Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Saat ini, polisi terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap identitas ibu maupun pihak yang diduga meninggalkan bayi di lokasi. Masyarakat yang mengetahui informasi terkait peristiwa ini diimbau segera melapor kepada pihak kepolisian.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar. Bayi laki – laki itu harus mengembuskan napas terakhir setelah sempat mendapatkan perawatan di puskesmas, sebelum sempat merasakan hangatnya kasih sayang dan pelukan keluarganya.

Penulis: Israil

Pos terkait