Kolaka Utara – Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, SE melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Pakue, dijalan Pelabuhan, Desa Olo-oloho, Kecamatan Pakue, Kolaka Utara, Sulawesi Tengggara. Kamis (31/07/2025) sekitar pukul 09.00 WITA. Dalam sidaknya, ia menemukan tiga kamar mandi tidak dapat difungsikan serta kekurangan tenaga dokter.

Wabup memulai kunjungan dengan mengisi buku tamu dan langsung menuju ruang perawatan bayi dan anak. Di sana, ia menyempatkan diri menyapa pasien dan orang tua anak yang dirawat, sekaligus menanyakan langsung pelayanan di puskesmas tersebut. “Aman pak, pelayanannya,” jawab ibu pasien.
Setelah itu, Wabup Jumarding mengecek kamar mandi dan toilet. Ia menemukan tiga unit tidak bisa digunakan karena air menggenang akibat saluran pembuangan yang mampet.
“Kami minta Kadis Kesehatan, Irham, untuk segera melakukan perbaikan karena puskesmas ini adalah ujung tombak pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Wabup juga menyoroti kondisi pasien yang kesulitan buang air karena toilet tidak berfungsi. Ia berdialog langsung dengan Kepala Puskesmas (Kapus) Pakue untuk mengetahui kendala lainnya.
“Kami tidak mau hanya menerima laporan dari media sosial atau isu hoaks. Kami cek langsung ke lapangan untuk memastikan kebenarannya,” ucap Wabup Jumarding.

Menurut Kapus Pakue, Yulianti, mengatakan, saat ini hanya ada satu dokter umum yang aktif. Sebelumnya, terdapat dua dokter umum dan satu dokter gigi, namun satu dokter umum telah pindah ke Kolaka dan dokter gigi pindah ke Malili, Sulsel.
“Pasien harian bisa mencapai 50 orang. Satu dokter harus menangani poli umum, UGD, perawatan hingga persalinan,” jelasnya.
Pihak puskesmas telah mengajukan permintaan penambahan dokter umum dan dokter gigi ke Dinas Kesehatan. Menurut Nurhana, dinas merespons dan akan mencarikan dokter yang dibutuhkan.
“Untuk pasien gigi parah, kami terpaksa merujuk ke puskesmas lain karena tidak bisa mengeluarkan surat rujukan tanpa dokter gigi,” tambahnya.
Terkait obat-obatan, distribusi dilakukan setiap tiga bulan. Namun bila persediaan menipis, puskesmas dapat mengajukan permintaan tambahan. Obat dari dinas juga akan disalurkan ke puskesmas pembantu, tetapi jenis obat diseleksi sesuai resep dokter.
Saat ini, Puskesmas Pakue memiliki 90 tenaga PNS dan PPPK yang bekerja secara bergiliran dalam tiga shift: pagi, siang, dan malam. (Israil Yanas)





