Lestarikan Spesies Endemik, Pemkab Kolut Tanam Kayu Eboni di Pesisir Berova

Kolaka Utara – Dalam rangka memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, menanam 100 bibit pohon kayu eboni (Diospyros celebica) di pesisir kawasan Pantai Berova, Desa Pitulua, Kecamatan Lasusua, Kamis (23/5/2025).

Aksi pelestarian ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kolut, H. Jumarding, yang menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap keanekaragaman hayati.

“Memperingati itu bukan sekadar seremonial, tetapi aksi nyata seperti yang kita semua lakukan hari ini,” ujar Jumarding di hadapan peserta penanaman.

Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup, terutama spesies-spesies endemik Indonesia yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi.

“Kita bisa memulainya dari hal kecil seperti menanam pohon, menjaga lingkungan dari sampah, menggunakan produk ramah lingkungan, serta menyadari pentingnya konservasi,” tambahnya.

Kayu eboni, dikenal juga sebagai kayu hitam atau Makassar ebony, merupakan spesies endemik Pulau Sulawesi yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Sejak abad ke-18, kayu ini telah menjadi komoditas perdagangan yang banyak dimanfaatkan untuk kerajinan, bangunan, dan furniture mewah. Sayangnya, populasinya terus menurun akibat eksploitasi berlebihan.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Kolut ingin mendorong pelestarian kayu eboni serta menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya konservasi sumber daya alam di daerah. (Israil Yanas)

Pos terkait