Kolaka Utara – Fasilitas pengolahan kakao milik Pemda Kolaka Utara (Kolut), yakni Kakao Centre di Dusun Balosi, Desa Ponggiha, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. mengalami kerusakan parah. Sejumlah alat produksi rusak berat dan kabel listrik digondol pencuri.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kolut, Kamal Mustafa, menyebut pihaknya tengah berjibaku memulihkan fasilitas tersebut. Dalam sebulan terakhir, mereka rutin melakukan kerja bakti membersihkan area yang dipenuhi rumput liar.
“Alat-alat sudah banyak yang rusak dan bahkan hilang dicuri. Kabel listrik pun dipotong-potong dan digulung maling,” ungkap Kamal, Jumat (30/5/2025).
Ia mengaku fasilitas tersebut tidak memiliki sistem penjagaan 24 jam, sehingga pencuri leluasa beraksi. Laporan pencurian telah disampaikan ke pihak kepolisian, namun hingga kini belum ada perkembangan penangkapan pelaku.
Upaya perbaikan terus dilakukan mengingat Gubernur Sultra, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, dijadwalkan akan berkunjung ke lokasi dalam waktu dekat.
Untuk diketahui, pada tahun 2023 lalu Pemda Kolut telah mengadakan mesin produksi baru senilai Rp 6 miliar melalui APBD. Mesin tersebut didatangkan dari Jember, Jawa Timur, dan diklaim mampu memproses hingga 10 ton kakao per hari, jauh di atas kapasitas mesin lama yang hanya 100 kilogram.
Mesin baru ini bisa menghasilkan produk dalam bentuk nips, bubuk, dan lemak kakao, serta diharapkan mendukung pengembangan industri kakao skala bisnis di Kolaka Utara.(Israil Yanas)





