DPRD Desak PUPR Kolaka Utara Benahi Irigasi di Lanipa, Majapahit, dan Salulotong

Kolaka Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kolaka Utara mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan pembenahan irigasi persawahan di sejumlah wilayah strategis, khususnya di Desa Lanipa, Majapahit, dan Salulotong.

Ketua Komisi I DPRD Kolaka Utara, Nasir Banna, menilai perbaikan infrastruktur pertanian merupakan langkah penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan meningkatkan produktivitas petani di daerah.

“Pembangunan infrastruktur pertanian adalah belanja wajib untuk pelayanan publik. Karena itu, kami mendesak Pemda melalui Dinas PUPR mempercepat perbaikan irigasi persawahan di Desa Majapahit, Lanipa, dan Salulotong,” ujarnya, Senin (20/10/2025).

Politisi PDI Perjuangan ini juga meminta agar Pemkab Kolaka Utara tidak hanya fokus pada proyek perbaikan bendungan irigasi yang sudah berjalan, tetapi juga memperluas pembangunan ke wilayah potensial yang belum tersentuh.

Selain itu, Nasir mendesak pemerintah daerah untuk mengidentifikasi lahan baru yang berpotensi dijadikan areal persawahan, termasuk mencetak sawah baru di lokasi yang selama ini beralih fungsi menjadi perkebunan nilam akibat ketiadaan irigasi.

“Pemerintah daerah wajib mengidentifikasi lahan yang berpotensi dijadikan persawahan dan membangun irigasi di wilayah yang telah beralih fungsi karena tidak ada pasokan air,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PSDA Dinas PUPR Kolaka Utara, Iwan Taruna Jaya, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan rehabilitasi Bendungan Salulotong di Kecamatan Pakue Tengah dengan anggaran sebesar Rp496 juta.

“Progres pekerjaan saat ini sudah 100 persen,” ungkapnya.

Adapun untuk irigasi persawahan di Desa Lanipa dan Majapahit, Dinas PUPR telah mengalokasikan dana sebesar Rp493 juta.
Rinciannya, peningkatan jaringan irigasi Lanipa sebesar Rp295 juta dengan progres 20 persen, serta rehabilitasi jaringan irigasi Majapahit senilai Rp198 juta dengan progres 15 persen. Kedua proyek tersebut ditargetkan rampung hingga 31 Desember 2025.

“Keduanya menggunakan aliran Sungai Majapahit, namun saluran irigasinya terpisah antara Desa Lanipa dan Majapahit,” jelas Iwan. (IS)

Pos terkait