Debat Publik ketiga pasangan Cabup dan Cawabup Kolut, Sumarling – Timber teratas Dari calon lainnya

Kolaka Utara, Debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kolaka Utara ini berlangsung semarak, dihadiri ratusan warga yang antusias mengetahui visi, misi, dan program kerja dari tiga pasangan calon.

Acara ini menjadi ajang strategis bagi para calon pemimpin untuk menunjukkan kemampuan, komitmen, serta solusi nyata atas berbagai tantangan yang dihadapi Kolaka Utara.

Debat bertema “Mewujudkan Kolaka Utara yang Sejahtera, Mandiri, dan Berkelanjutan” tersebut menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menentukan pilihan dalam Pilkada serentak 27 November 2024.debat berlangsung diIslamic Center Masjid Agung Bahru Rasyad Wal Ittihad, Kamis malam, (21/11/2024).

Ketua KPU Kolaka Utara, Nurgalia, dalam sambutannya, menegaskan bahwa debat ini adalah bagian dari upaya mencerdaskan pemilih. “Kami berharap para pasangan calon memanfaatkan momentum ini untuk menyampaikan visi, misi, dan program kerja secara terbuka. Pilkada adalah pesta demokrasi, ajang persahabatan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu membangun Kolaka Utara yang lebih baik,” ujarnya.

Debat berlangsung dalam enam segmen yang didesain untuk memaksimalkan diskusi antar pasangan calon. Segmen pertama berupa pembukaan oleh moderator, dilanjutkan segmen kedua dan ketiga yang mengupas visi, misi, serta program kerja masing-masing calon terkait isu strategis seperti infrastruktur, pelayanan publik, ekonomi, dan lingkungan.

Pada segmen keempat dan kelima, debat semakin dinamis dengan sesi tanya jawab dan adu gagasan antar pasangan calon. Para kandidat saling menanggapi, memberikan kritik, dan menawarkan solusi atas program kerja lawan. Sesi terakhir, segmen keenam, adalah closing statement, di mana calon memberikan pesan penutup kepada masyarakat Kolaka Utara. Ujarnya

“Ketiga pasangan calon membawa visi besar yang menjadi landasan mereka untuk membangun Kolaka Utara,”. Jelasnya

Anton-Abbas (Pasangan Nomor Urut 1)
Mengusung visi “Terwujudnya Kolaka Utara yang Maju, Mandiri, Berdaya Saing, dan Unggul Tahun 2025-2030”, pasangan ini fokus pada tata kelola pemerintahan yang baik, pemerataan pembangunan infrastruktur, kemandirian ekonomi, dan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

Marling-Timber (Pasangan Nomor Urut 2)
Dengan visi “Kolaka Utara Bangkit Berkemajuan Menuju Sejahtera Bersama”, pasangan ini menekankan pemberdayaan generasi muda, percepatan pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi lokal berbasis potensi desa, dan pelayanan publik yang responsif. Mereka juga mengutamakan pelestarian budaya serta lingkungan.

Nurrahman-Jumarding (Pasangan Nomor Urut 3)
Membawa visi “Kolaka Utara sebagai Daerah yang Madani, Maju, Berdesain, dan Berkelanjutan”, pasangan ini mengusulkan strategi pembangunan berbasis lingkungan, penguatan sektor pertanian, pengelolaan sumber daya alam dengan nilai tambah, serta tata kelola pemerintahan yang berkualitas.

Pada sesi tanya jawab, isu lingkungan menjadi topik diskusi yang memanas. Panelis menyoroti dampak aktivitas tambang terhadap ekosistem Kolaka Utara, menguji sejauh mana pasangan calon memiliki solusi konkret untuk mengatasi kerusakan lingkungan.

Marling-Timber menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap tambang. “Kerusakan akibat tambang harus dihentikan. Kami akan memastikan regulasi dijalankan dengan baik dan mendorong pemulihan lingkungan yang sudah rusak. Kami juga akan mengawasi ketat tanggung jawab sosial perusahaan tambang,” ujar Marlin.

Anton-Abbas menekankan sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Kerjasama yang baik adalah kunci. Kami akan mendukung regulasi tegas untuk memastikan aktivitas tambang tidak merusak ekosistem. Selain itu, kami akan melibatkan masyarakat dalam proses pengawasan,” tegas Anton.

Nurrahman-Jumarding, menawarkan pendekatan ekonomi hijau sebagai solusi. “Kami akan mengarahkan kebijakan pada pertumbuhan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain itu, tambang ilegal yang menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan harus diberantas dengan tegas,” ujar Nurrahman.

Ketua KPU Kolaka Utara, Nurgalia, menutup debat dengan pesan persatuan dan damai. “Pilkada adalah pesta demokrasi, bukan ajang perpecahan. Siapa pun yang menang, kita tetap keluarga besar Kolaka Utara. Mari kita menjaga kondusivitas dan bersama-sama menentukan pilihan terbaik pada 27 November 2024,” ujarnya.

Debat ini menjadi momen penting untuk menentukan arah pembangunan Kolaka Utara. Pilkada bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga menentukan masa depan daerah menuju kesejahteraan, kemandirian, dan keberlanjutan. Dengan visi besar yang ditawarkan, masyarakat Kolaka Utara diharapkan menggunakan hak pilih mereka secara bijaksana untuk mewujudkan impian bersama akan Kolaka Utara yang lebih baik.

Debat ini mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat Kolaka Utara. Para pemilih merasa debat ini membantu mereka memahami komitmen dan kapasitas para calon.

“Debat ini membuka mata kami tentang siapa yang benar-benar siap memimpin Kolaka Utara. Isu tambang dan lingkungan sangat penting karena berdampak pada kehidupan kami sehari-hari,” kata Irma, salah satu warga yang hadir.

Masyarakat berharap, siapa pun yang terpilih nanti, mampu menjalankan visi dan program kerja mereka dengan sungguh-sungguh.

Sementara personil Polres kolaka Utara, bersama TNI di bantu Pol PP, Damkar, pihak PLN pengamankan debat dalam keadaan kondusif

IS

Pos terkait