Kolaka Utara, Pihak Indo Barometer dan Saiful Murjani Research and Consulting (SMRC) angkat bicara terkait rilis hasil survei atas nama lembaganya pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Kolaka Utara (Kolut). Materi atau rilis yang beredar dan dimuat pada beberapa media dianggap tidak benar.
Divisi Riset Indo Barometer, Christopher Nugroho mengatakan Indo Barometer tidak pernah membuat dan menyampaikan informasi, materi berita atau rilis sebagaimana dimuat di media-media pada 18 November 2024.
Pihaknya juga menegaskan jika Indo Barometer tidak memiliki perwakilan di Kolaka Utara maupun Sulawesi Tenggara sebagaimana yang dikemukakan Sudarmin Sabaruddin yang mengatasnamakan Konsultan Area Indo Barometer Sultra.
“Sudarmin Sabaruddin bukan Bagian dari Indo Barometer,”. Ucap Christopher via whatshapp
Selain itu, Penggunaan nama dan logo Indo Barometer pada materi berita atau rilis yang dimuat dalam berita tersebut merupakan bentuk pelanggaran hukum.
Sementara itu Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani melalui pesan resminya mengatakan, publikasi yang menyebutkan bahwa dalam berita disebutkan pasangan Sumarlin Majja – Timber mendapatkan suara 46,8 persen, Nur Rahman Umar – Jumarding 29,7 persen, Anton Abbas 19,8 persen, dan belum menentukan pilihan 3,7 persen.
Berita tersebut mengutip pernyataan seseorang bernama Afrianto Abbas Matutu sebagai peneliti dan koordinator area SMRC.
Atas pernyataan itu, pihaknya menegaskan SMRC tidak pernah melakukan survei di Kolaka Utara pada November 2024. Pihaknya juga mengatakan tidak pernah melakukan publikasi hasil survei pada bulan tersebut hingga hasil survei yang beredar adalah palsu.
SMRC juga dikatakan tidak punya peneliti dan area coordinator bernama Afrianto Abbas Matutu. Karena itu, pengakuan atau keterangan seseorang bernama Afrianto Abbas Matutu sebagai peneliti atau area coordinator SMRC juga merupakan keterangan palsu atau berita bohong.
Pihaknya mempertimbangkan melakukan langkah-langkah hukum untuk menindak para pihak yang telah memakai nama SMRC untuk mempublikasikan hasil survei palsu teraebut.
IS





