Kolaka Utara, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menggelar Lokakarya Strategi Pengelolaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Pertambangan di Aula Hotel Berlian, Lasusua. Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat komitmen daerah untuk mengelola sektor pertambangan secara inklusif dan berkelanjutan. Selasa (24/12/2024)
Acara ini dibuka secara resmi oleh Nurjaya, SE., M.M., Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, mewakili Penjabat (Pj.) Bupati Kolaka Utara. Dalam sambutannya, Nurjaya menekankan bahwa pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan pertambangan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.
“Pemberdayaan masyarakat tidak hanya tentang menciptakan manfaat ekonomi, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh, baik melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia, kemitraan, maupun penguatan regulasi,” ujarnya.
Lokakarya ini menghasilkan lima pilar utama sebagai landasan strategi pemberdayaan masyarakat:
Penguatan Regulasi dan Kebijakan: Merancang aturan yang mendukung pengelolaan tambang secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Fasilitasi dan Pendampingan Investasi: Memberikan kemudahan bagi investor dengan tetap memprioritaskan dampak positif bagi masyarakat lokal.
Pemberdayaan Melalui Kemitraan: Mendorong sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pelaku industri dalam menjalankan program-program produktif.
Pengembangan Kapasitas SDM: Menggelar pelatihan dan pendidikan untuk memperkuat daya saing masyarakat lokal.
Pemanfaatan Teknologi Informasi: Memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan potensi daerah dan mendukung transparansi pengelolaan tambang.
Lokakarya ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, Forkopimda, pelaku industri pertambangan, akademisi, serta tokoh masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu merumuskan langkah strategis yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi tetapi juga sosial dan lingkungan.
Melalui lokakarya ini, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara kembali menegaskan visinya untuk menjadikan sektor pertambangan sebagai motor penggerak pembangunan yang inklusif. Dengan melibatkan masyarakat secara langsung dan mengutamakan keberlanjutan, sektor ini diharapkan mampu menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat luas.
“Dengan strategi yang dirancang secara matang, kami optimis sektor pertambangan dapat mendorong Kolaka Utara menjadi daerah yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing tinggi,” tutup Nurjaya.
Hasil dari lokakarya ini akan menjadi acuan dalam merumuskan kebijakan yang lebih konkret untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kolaka Utara.
IS





