Tuntut Keadilan Tambang di Kolut, Massa Datangi Kantor PT. TMM dan Bakar Ban

Kolaka Utara – Puluhan warga dan pengusaha lokal di Kabupaten Kolaka Utara menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap aktivitas tambang yang dilakukan PT. Tambang Mineral Maju (TMM) di wilayah Kecamatan Batu Putih. Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara Aksi ini digerakkan oleh Gerakan Aliansi Masyarakat dan Pengusaha Lokal Kolaka Utara, yang menilai perusahaan tidak transparan dan abai terhadap dampak sosial serta lingkungan.

Humas Poltres Aipda Ahmad Syaiful membenarkan aksi tersebut,  Massa berkumpul sejak pukul 10.00 WITA di pertigaan Kilo Tiga, Desa Mosiku. Mereka membawa mobil komando, pengeras suara, spanduk, dan bendera Merah Putih. Sekitar 50 orang turut ambil bagian dalam aksi ini, dengan menggunakan sepeda motor dan mobil untuk menuju lokasi. Orasi-orasi disampaikan secara bergantian oleh para demonstran, menyuarakan keresahan terhadap praktik tambang yang dianggap merugikan masyarakat. Selasa (03/06/2025)

Isu utama yang menjadi sorotan dalam aksi ini adalah tidak adanya pemberdayaan terhadap pengusaha lokal dan proses rekrutmen tenaga kerja yang dinilai tertutup bagi warga sekitar. Selain itu, massa juga menyoroti dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas tambang, dugaan pelanggaran dalam pengoperasian terminal khusus (Tersus), mekanisme jual beli kargo yang tidak sesuai aturan, serta kurangnya transparansi dalam pengelolaan dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Sekitar pukul 11.20 WITA, massa melanjutkan aksinya ke kantor PT. TMM di Kelurahan Batu Putih. Di lokasi ini, demonstran kembali menyampaikan orasi dan membakar ban bekas sebagai simbol kemarahan atas dugaan kelalaian perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya.

Perwakilan massa sebanyak enam orang kemudian diterima oleh staf perusahaan, Rian, dengan pengawalan aparat dari Kabagops Polres Kolut, Danramil 1412-05 Pakue, Kasat Samapta Polres Kolut. Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan menyatakan akan menyampaikan seluruh aspirasi dan tuntutan masyarakat kepada pimpinan pusat PT. TMM. Perusahaan juga menyatakan kesediaannya untuk terbuka terhadap kritik dan akan segera melakukan komunikasi internal guna menanggapi berbagai keluhan yang disampaikan.

Aksi berlangsung hingga pukul 14.00 WITA dan berakhir dengan tertib dan kondusif. Meskipun begitu, massa berharap pertemuan tersebut bukan sekadar formalitas. Mereka menuntut PT. TMM segera menunjukkan sikap kooperatif dan melakukan langkah nyata dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Masa aksi berjalan damai san usai pertemuan, massa bubarkan diri dwngan tertib. (Is)

Pos terkait