Sekda Kolut Akui Mobil Sekolah Desa Terkendala Dana Operasional

Sekertaris Daerah Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si (kiri) bersama Sekwan DPRD, Latif

Kolaka Utara – pikiranpembaharuan.com ‘ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara menanggapi keluhan masyarakat terkait sejumlah mobil sekolah di beberapa desa yang dilaporkan tidak lagi beroperasi. Persoalan ini dinilai penting karena menyangkut akses transportasi pelajar serta kebutuhan sosial warga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si, menjelaskan bahwa terhentinya operasional mobil sekolah salah satunya dipengaruhi menurunnya Dana Desa (DD) dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut membuat sebagian pemerintah desa mengalami kesulitan membiayai operasional kendaraan.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Sebelumnya mobil sekolah telah diserahkan ke pemerintah desa dengan harapan bisa dikelola dan dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Idrus saat ditemui di Gedung DPRD Kolaka Utara, Senin (27/4/2026).

Ia mengatakan, berkurangnya anggaran desa berdampak pada kemampuan desa dalam menanggung biaya perawatan kendaraan, pengadaan suku cadang, hingga kebutuhan bahan bakar. Akibatnya, beberapa mobil sekolah tidak lagi beroperasi.

“Terjadi pengurangan dana desa yang cukup signifikan, sehingga berpengaruh langsung terhadap operasional mobil sekolah di lapangan,” jelasnya.

Meski begitu, Pemkab Kolaka Utara memastikan akan mencari solusi terbaik agar kendaraan tersebut dapat kembali dimanfaatkan masyarakat tanpa melanggar aturan dan mekanisme yang berlaku.

“Kami akan mencari jalan keluar bersama. Mobil sekolah ini sangat dibutuhkan masyarakat, bukan hanya untuk antar jemput pelajar, tetapi juga mendukung kegiatan sosial lainnya,” tegas Idrus.

Sebagai langkah awal, pemerintah daerah akan melakukan pendataan dan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi mobil sekolah di setiap desa. Menurutnya, langkah itu penting karena setiap desa memiliki kendala yang berbeda-beda.

“Semua akan kita identifikasi satu per satu. Setelah diketahui akar persoalannya, baru kita rumuskan solusi yang tepat,” pungkasnya.

Pemkab berharap melalui evaluasi tersebut, mobil sekolah yang sempat terhenti dapat kembali beroperasi dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat Kolaka Utara. (IS)

Pos terkait