Kolaka Utara – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara secara resmi membuka kegiatan rapat koordinasi dan fasilitasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Kecamatan Rante Angin yang digelar secara terintegrasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPP dan KB). Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor Desa Landolia, Jumat sore (24/10/2025).
Rakor ini dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kolaka Utara, H. Saenal Ahmad, yang mewakili Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, S.H., M.H. Turut hadir perwakilan Dinas PUPR, Ketua Baznas Kolut Ajmal Arif, Lc, S.HI., M.H. bersama anggota, Kapolsek Rante Angin IPDA Iskandar, S.Pd., perwakilan Koramil 1412-08/Rante Angin, para kepala desa, kader Posyandu, kepala Puskesmas, penyuluh KB, tiga dokter ahli dari RSUD Djafar Harun Lasusua, serta unsur OPD dan Forkopimda.
Dalam sambutannya, Bupati Kolaka Utara melalui Kadis Sosial menegaskan bahwa percepatan penurunan angka stunting merupakan program prioritas nasional yang harus didukung bersama.
“Program ini telah diperkuat oleh Presiden RI melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Implementasinya diwujudkan dalam Rencana Aksi Nasional PASTI (RAN-PASTI) sebagai panduan bagi pemerintah pusat, daerah, hingga ke tingkat desa,” ujar Saenal Ahmad.
Ia menjelaskan, rakor TPPS ini bertujuan untuk menyatukan komitmen, persepsi, dan langkah strategis seluruh pihak terkait dalam menurunkan angka stunting secara terintegrasi. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah koordinasi untuk merumuskan strategi dan mengevaluasi pelaksanaan program di berbagai tingkatan pemerintahan.
“Secara khusus di Kecamatan Rante Angin, kita ingin membangun komitmen publik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui peran TP-PKK Kecamatan, tenaga gizi Puskesmas, PLKB, Kader Posyandu, dan Kader PKK,” jelasnya.
Lebih lanjut, Saenal mengungkapkan bahwa Pemkab Kolaka Utara akan memperkenalkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) berbasis komunitas. Program ini melibatkan individu, kelompok, perusahaan, dan pemerintah daerah sebagai orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting.
“Tujuannya memberikan dukungan kepada keluarga kurang mampu, terutama ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0–23 bulan yang memiliki risiko tinggi terhadap stunting,” katanya.
Berdasarkan data, Kecamatan Rante Angin memiliki prevalensi stunting sebesar 8,3 persen atau sekitar 25 balita, serta 38 ibu hamil yang menjadi fokus pendampingan program GENTING.
“Bentuk dukungan yang diberikan meliputi bantuan nutrisi berbasis makanan lokal tinggi protein, bantuan non-nutrisi seperti perbaikan sanitasi dan rumah layak huni, penyediaan air bersih, serta edukasi tentang pola asuh, gizi seimbang, kesehatan ibu-anak, dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),” pungkasnya.(IS)





