Jalan Trans Sulawesi di Tolala Kolaka Utara Rusak Parah dan Diterjang Longsor, Akses Warga Terancam Lumpuh Total

Kolaka Utara – pikiranpembaharuan.com – Kerusakan parah kembali terjadi di ruas jalan poros Trans Sulawesi yang menghubungkan Kecamatan Tolala dan Kecamatan Porehu menuju Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.

Kondisi jalan yang berada di Desa Loka, Kecamatan Tolala itu kini memprihatinkan dan nyaris tidak dapat dilalui kendaraan. Badan jalan yang menjadi akses utama masyarakat tampak rusak berat hingga menyerupai aliran sungai kering, sehingga aktivitas warga menuju ibu kota kecamatan maupun desa tetangga terganggu bahkan terancam lumpuh total.

Situasi semakin memburuk saat musim penghujan. Curah hujan tinggi yang terus mengguyur wilayah tersebut menyebabkan badan jalan terkikis dan memicu longsor di beberapa titik jalur penghubung antarwilayah itu.

Warga setempat menyebut kondisi kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama tanpa penanganan serius. Padahal, ruas jalan itu merupakan jalur vital yang menjadi akses utama masyarakat dan berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Dalam video berdurasi 41 detik yang diunggah akun Facebook milik Irwank Doank pada Selasa (19/5/2026), terlihat material longsor menutupi sebagian badan jalan hingga kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

“Ya tertutup lagi jalan gays. Longsor lagi. Longsor susulan, tidak bisa lagi lewat mobil,” ujar Irwank dalam video tersebut.
Pada video lainnya berdurasi 39 detik, ia juga memperlihatkan kondisi jalan yang berlubang parah hingga menyerupai bekas aliran sungai mati.

“Ya sungai kering gays. Setengah mati lewat motor mobil. Sungai kering. Aihh, hancur. Lubang-lubang,” katanya.

Melalui keterangan unggahannya, Irwank menyebut terdapat tiga titik longsor di jalur menuju Desa Loka yang berpotensi menutup akses jalan sepenuhnya apabila tidak segera mendapat penanganan darurat.

Warga berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan dan penanganan longsor agar akses transportasi masyarakat tidak terputus total. Pasalnya, jalur tersebut menjadi urat nadi perekonomian dan mobilitas warga di wilayah Tolala, Porehu, hingga Batu Putih. (IS)

Pos terkait