Kolaka Utara — Pemerintah Desa Woitombo bekerja sama dengan sejumlah komunitas di Kolaka Utara menggelar Kemah Rakyat pada 15 hingga 17 Agustus 2025.
Agenda ini menyajikan berbagai kegiatan menarik, mulai dari kelas menulis tingkat SMA sederajat, sharing komunitas se-Sulawesi Tenggara hingga Sulawesi Selatan, kelas parenting bagi masyarakat desa, hingga pentas seni di malam puncak acara.
Bunda literasi Kabupaten Kolaka Utara, Andi Nurhayani Nurrahman, yang membuka langsung kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya.
“Sebagai bunda literasi, ini saya tanggapi sangat positif. Karena ini merupakan satu kegiatan yang bisa mengubah mindset kita,” ujarnya.
“Kedepan, saya akan mendukung semaksimal mungkin kegiatan literasi di Kolaka Utara,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Woitombo, Muhammad Akbar, menegaskan bahwa Kemah Rakyat menjadi ruang positif bagi generasi muda di Kolaka Utara.
“Momen seperti ini diharapkan menjadi ruang bagi anak muda Kolaka Utara untuk menuangkan ide dan gagasannya untuk berkarya dalam berbagai hal, baik itu literasi, seni, dan budaya. Terlebih saat ini kita dihadapkan pada berbagai permasalahan yang melanda pelajar dan anak muda,” tegasnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari PT Riota Jaya Lestari sebagai bentuk komitmen pada pendidikan dan literasi di Kolaka Utara.
“Ini adalah wujud kecintaan kami terhadap pendidikan, dan pendidikan adalah prioritas bagi Riota,” ungkap Muhammad Awaluddin, Humas PT Riota Jaya Lestari.
Gelaran Kemah Rakyat yang dipusatkan di Desa Woitombo, yang memiliki perpustakaan terbesar di Indonesia Timur, menjadi momen perayaan kemerdekaan dengan cara berbeda—memadukan semangat kebangsaan dengan penguatan literasi, kreativitas, dan kebudayaan. (IS)





