Kolaka Utara – Operasi pencarian terhadap tahanan yang kabur dari ruang tahanan Polres Kolaka Utara terus berlangsung. Selama empat hari terakhir, puluhan personel kepolisian menyisir hutan, perbukitan, hingga pegunungan dengan medan yang berat dan penuh risiko.
Dalam proses pengejaran tersebut, dua personel mengalami insiden saat bertugas. Seorang anggota mengalami luka robek setelah terkena kayu ketika menyisir kawasan hutan, sementara seorang anggota lainnya harus mendapatkan perawatan medis usai diduga digigit ular.
Meski menghadapi medan yang sulit dan cuaca yang tidak menentu, semangat personel tidak surut. Di bawah komando langsung Kapolres Kolaka Utara, AKBP R. Todoan Agung Gultom, S.I.K., pencarian terus dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur pelarian para tahanan, seperti Gunung Simbula, Desa Maruge, Desa Lambuno, serta beberapa lokasi terpencil lainnya.
Hingga Minggu (5/7/2026), enam dari sebelas tahanan yang melarikan diri telah berhasil diamankan. Mereka adalah Muhammad Sidik, Sahrul, Agrivaldi, Junaidi, Ilham yang menyerahkan diri didampingi keluarganya, serta Paril alias Farel bin Mardin Erna yang ditangkap di sekitar Danau Towuti, Kabupaten Luwu Timur.
Sementara itu, lima tahanan lainnya masih dalam pengejaran, yakni Nasruddin alias Unding (kasus narkotika), Rama Fitrah (KDRT), Irwan S alias Iwan bin Samsuddin (pencurian dengan pemberatan), Taslim bin Manna (pencurian dengan pemberatan), dan Muh. Idris (penganiayaan/KDRT).
Polres Kolaka Utara menegaskan operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh tahanan yang melarikan diri berhasil diamankan. Masyarakat juga diimbau segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui keberadaan para buronan dan tidak memberikan bantuan yang dapat menghambat proses penegakan hukum.
Penulis: Israil Yanas





