Sekda Kolaka Utara Gerak Cepat Kendalikan Harga Pangan Jelang Idul Adha

Kolaka Utara – pikiranpembaharuan.com – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bergerak cepat mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah itu ditunjukkan melalui keikutsertaan Sekretaris Daerah Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia secara virtual, Senin (18/5/2026).

Rapat koordinasi nasional tersebut dirangkaikan dengan pembahasan teknis inspeksi mendadak (sidak) pasar guna mengantisipasi kenaikan harga pangan, kelangkaan bahan pokok, hingga potensi praktik penimbunan menjelang hari besar keagamaan. Kegiatan diikuti seluruh kepala daerah, Forkopimda, dan OPD terkait se-Indonesia melalui Zoom Meeting dan siaran langsung kanal YouTube Kemendagri RI.

Dalam arahannya, pemerintah pusat meminta seluruh daerah meningkatkan pengawasan distribusi bahan pangan serta mempercepat langkah intervensi apabila ditemukan gejolak harga di pasar. Pemerintah daerah juga diminta aktif menjaga stabilitas pasokan agar daya beli masyarakat tetap terjaga menjelang Idul Adha.

Selain isu inflasi, rakor turut membahas pengawasan obat dan makanan, penguatan sosialisasi jaminan produk halal, hingga kesiapan daerah menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat selama momentum hari raya.

Berdasarkan laporan Pemkab Kolaka Utara, Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada minggu kedua Mei 2026 tercatat sebesar 0,04 atau masih dalam kondisi relatif terkendali. Meski demikian, sejumlah komoditas mulai mengalami kenaikan harga, di antaranya bawang merah, minyak goreng, daging ayam ras, serta cabai rawit yang tercatat mengalami fluktuasi paling tinggi.

Sekda Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, menegaskan pemerintah daerah tidak ingin terlambat mengambil langkah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

“Pemerintah daerah bersama Forkopimda, Satgas Pangan, distributor, dan Perum Bulog terus memperkuat koordinasi untuk memastikan stok tetap aman dan harga tidak melonjak menjelang Idul Adha,” ujarnya.

Ia menyebut Pemkab Kolaka Utara akan segera menggelar operasi pasar murah serta sidak pasar di sejumlah titik untuk memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan tidak terjadi permainan harga oleh oknum tertentu.

“Kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Karena itu pemantauan harga akan dilakukan secara rutin, baik di pasar tradisional maupun pusat distribusi,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut hasil rakor nasional tersebut, Pemkab Kolaka Utara juga akan menggelar rapat internal Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) guna menyusun langkah teknis pengawasan dan strategi stabilisasi harga menjelang Hari Raya Idul Adha.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan inflasi nasional tahun 2026 tetap berada pada kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen, sehingga seluruh daerah diminta aktif melakukan pengawasan dan bergerak cepat apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan di lapangan. (IS)

Pos terkait