KOLAKA UTARA, Upaya Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menurunkan kondisi gagal tumbuh pada anak yang ditandai dengan tinggi badan yang lebih pendek dari anak seusianya. Stunting disebabkan oleh kekurangan gizi kronis yang terjadi sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun.
Kekurangan Gisi (Stunting) berdampak pada kecerdasan anak dan risiko penyakit degeneratif seperti obesitas, diabetes, dan penyakit jantung koroner di kemudian hari. ciri-ciri anak yang mengalami stunting,
Berat badan tidak meningkat Tahap perkembangan terlambat, Tidak aktif bermain, Sering lemas, Mudah terserang penyakit, terutama infeksi. Pembahasan ini dalam Rapat Konsultasi tim percepatan penurunan stunting (TPPS) dibuka secara resmi oleh Kepala Bappeda, Ikhwan, SP, MM. diAula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Senin (30/09/2024).
Kepala Bappeda Ikhwan SP MM mengatakan, target penurunan Stunting ada 8 aksi antaranya, Analisa Situasi Stunting, Rencana Kegiatan, Rembug Stunting, Regulasi Tentang Stunting, Pembinaan Unsur Pelaku, Sistem Manajemen Data, Cakupan Sasaran dan Publikasi Data aksi ke 8 adalah Review Kerja.
“Bulan Agustus lalu telah dilaksanakan sensus stunting, dan kini Dinas Kesehatan sedang bersiap untuk menghadapi Survey Kesehatan Indonesia (SKI) yang akan dilakukan pada bulan Oktober, ” Ungkapnya
Yang lebih penting lanjut Ikhwan, ketertiban administrasi dalam pengelolaan data sensus stunting, terutama terkait dengan delapan aksi konvergensi yang menjadi pedoman utama dalam penanganan masalah stunting di daerah Kolut. Ungkapnya
“Perlu penanganan serius, untuk mencapai terget, dengan Perbaikan Administrasi,”. Ungkapnya
Selain itu, rapat konsultasi ini juga memutuskan untuk mengagendakan Rembuk Stunting tingkat kabupaten. Acara ini akan dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan review hasil sensus stunting yang telah dilaksanakan, sekaligus sebagai bahan perencanaan strategis untuk program penurunan stunting pada tahun 2025. Ungkapnya
“Dengan adanya kolaborasi lintas sektor, diharapkan Kabupaten Kolaka Utara dapat mencapai target penurunan angka stunting secara signifikan dan berkelanjutan.”. Ungkapnya
Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting adalah, Memastikan anak mengonsumsi buah dan sayur yang sehat, Memberikan ASI hingga bayi berumur 6 bulan
mendapatkan imunisasi lengkap. Jelasnya
Rapat ini dihadiri oleh Kepala Bappeda Ikhwan, SP, MM, serta sejumlah perwakilan dari instansi terkait, antara lain Kepala Kementerian Agama Kolaka Utara, TP. PKK Kolaka Utara, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan , Kominfo, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD).
IS





