Misteri Hilangnya Nelayan di Bombana, Tim SAR Perluas Area Pencarian

BOMBANA, PikiranPembaharuan.com – Misteri hilangnya seorang nelayan di perairan Boepinang, Desa Larete, Kecamatan Poleang Tenggara, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, masih menyisakan tanda tanya. Memasuki hari kedua operasi pencarian, Minggu (7/6/2026), Tim SAR Gabungan belum berhasil menemukan korban yang dilaporkan hilang saat melaut.

Korban diketahui bernama Tuang alias Igo (37), warga Kabupaten Konawe Kepulauan. Ia hilang saat mengikuti aktivitas penangkapan ikan menggunakan kapal jenis pa’gae bersama rekan-rekannya pada Jumat (5/6/2026).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Kendari, Amiruddin A.S., mengatakan pencarian telah dilakukan secara intensif sejak pagi dengan menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi hilangnya korban. Namun hingga sore hari, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

“Hingga pukul 17.15 Wita, Tim SAR Gabungan masih belum menemukan korban. Operasi pencarian dihentikan sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Senin pagi pukul 07.00 Wita,” kata Amiruddin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Basarnas, kejadian bermula saat kapal yang diawaki juragan H. Daeng Gassing bersama 11 anak buah kapal berangkat melaut sekitar pukul 15.00 Wita. Menjelang petang, sekitar pukul 17.45 Wita, mereka mulai menurunkan jaring untuk menangkap ikan.

Sekitar satu jam kemudian, korban meminta izin kepada kru lainnya untuk buang air besar di laut. Saat itu, korban menggunakan sebuah gabus sebagai alat bantu mengapung, sementara kru kapal lainnya tetap fokus mengangkat jaring hasil tangkapan.

Namun ketika proses penarikan jaring selesai sekitar pukul 19.30 Wita, korban tak kunjung kembali ke kapal. Menyadari hal tersebut, juragan kapal segera mengarahkan pencarian di sekitar lokasi dengan menyalakan mesin kapal dan menyisir perairan sekitar.
“Korban sempat meminta izin kepada rekan-rekannya sebelum turun ke laut. Setelah disadari tidak kembali ke kapal, pencarian langsung dilakukan oleh seluruh kru, namun korban tidak ditemukan,” jelas Amiruddin.

Laporan kejadian kemudian diteruskan kepada pihak Basarnas, yang langsung mengerahkan Tim SAR untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

Pada hari kedua pencarian, area penyisiran diperluas dengan melibatkan berbagai unsur, di antaranya KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Polsek Poleang Timur, Polair Bombana, Pos TNI AL Bombana, Babinsa Desa Larete dan Puulemo, kru kapal pa’gae, kru longboat, serta masyarakat setempat.
Sejumlah peralatan pendukung juga dikerahkan dalam operasi tersebut, mulai dari Rigid Inflatable Boat (RIB), kapal nelayan, longboat, peralatan komunikasi, peralatan medis, hingga perlengkapan evakuasi dan keselamatan.

Meski cuaca terpantau cukup bersahabat dengan kondisi cerah, kecepatan angin sekitar 16 kilometer per jam dari arah timur laut dan tinggi gelombang berkisar 0,5 hingga 1,5 meter, keberadaan korban hingga kini masih belum diketahui.

Tim SAR Gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan pencarian pada Senin pagi dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

“Kami akan melanjutkan pencarian sesuai rencana operasi SAR yang telah ditetapkan. Seluruh unsur yang terlibat tetap berkomitmen memberikan upaya terbaik dalam pencarian korban,” tutup Amiruddin.

Penulis: Israil

Pos terkait