Palopo – Sekretaris Daerah Kabupaten Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si, menghadiri rangkaian Tudang Ade dan Sidang Adat Kedatuan Luwu dalam peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80, yang digelar di Istana Luwu, Rabu (21/1/2026).
Prosesi adat yang dipimpin langsung oleh Datu Luwu ke-40, H. Andi Maradang Mackulau, S.H., berlangsung dengan penuh khidmat dan makna. Nilai-nilai luhur adat, sejarah perjuangan, serta kebijaksanaan leluhur hadir sebagai pengingat bahwa jati diri Luwu dibangun di atas keberanian, persatuan, dan keteguhan menjaga martabat tanah leluhur.
Kehadiran Sekda Kolaka Utara dalam kegiatan adat ini menjadi simbol kuat komitmen pemerintah daerah dalam merawat warisan budaya, sekaligus memperteguh hubungan kekerabatan yang telah lama terjalin antara masyarakat Tana Luwu dan Bumi Patowanua. Ikatan sejarah dan budaya tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kebersamaan antardaerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80 tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang refleksi kolektif untuk meneguhkan kembali semangat juang, nilai persatuan, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi dan tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.
Rangkaian kegiatan adat akan berlanjut dengan prosesi Mappangngolo Lise Rakki dan Mandre Saperra, yang ditandai dengan pembawaan hasil bumi sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, serta makan bersama seluruh unsur masyarakat. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat (23/1/2026) pukul 08.30 WITA di Istana Kedatuan Luwu.
Puncak peringatan akan digelar pada malam hari melalui Malam Anugerah Budaya Luwu, yang dirangkaikan dengan Hari Jadi Luwu ke-758 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-80, sebagai wujud penghormatan kepada tokoh adat, pelaku budaya, serta seluruh masyarakat yang terus menjaga dan menghidupkan nilai-nilai Luwu.
Melalui rangkaian adat ini, diharapkan semangat memuliakan adat, merawat budaya, dan menjaga jati diri Luwu terus tumbuh, menjadi sumber kekuatan moral dan identitas dalam menghadapi tantangan zaman.





