Mobil Damkar Tergelincir di Jalan Menurun, Enam Personel Kolut Terluka
Pikiranpembaharuan – KOLAKA UTARA – Enam personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara, mengalami luka-luka saat menjalankan tugas memadamkan kebakaran lahan dan kebun sawit milik warga di Desa Laleko, Kecamatan Batu Putih, Sabtu (10/10/2026).
Satu orang mengalami luka berat, sedangkan lima lainnya mengalami luka ringan.
Insiden tersebut terjadi ketika kendaraan operasional yang membawa petugas melintasi jalan menurun tajam di wilayah perbatasan Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Tolala. Kendaraan tergelincir hingga menyebabkan sejumlah personel yang berada di atasnya terpental ke jalan.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Kolut, M. Syafri, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran dari pemerintah setempat sekitar pukul 09.25 Wita.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pos Porehu dikerahkan ke lokasi lantaran kendaraan operasional Pos Batu Putih mengalami kerusakan teknis.
“Armada Pos Porehu tiba di lokasi sekitar pukul 11.34 Wita dengan membawa tujuh personel. Mereka kemudian mendapat bantuan dari personel Pos Batu Putih untuk melakukan pemadaman,” ujar Syafri saat ditemui di kantornya, Senin (12/10/2026).
Menurut Syafri, kondisi medan yang sulit menjadi salah satu kendala dalam penanganan kebakaran. Saat kendaraan melintasi jalan menurun tajam, kendaraan tergelincir dan mengakibatkan enam personel mengalami luka-luka.
Satu korban mengalami luka berat dan sempat mendapatkan perawatan di puskesmas terdekat sebelum diperbolehkan pulang pada hari yang sama. Sementara lima personel lainnya mengalami luka ringan, termasuk keseleo dan luka akibat terjatuh.
Api Kembali Menyala, Petugas Turun Lagi ke Lokasi
Meski upaya pemadaman telah dilakukan pada Sabtu, kebakaran belum sepenuhnya terkendali. Pada Minggu (11/10/2026), tim investigasi Damkarmat Kolut kembali mendatangi lokasi dan menemukan api masih menyala di tiga titik.
Tim yang dipimpin Sekretaris Damkarmat Kolut, Muhammad Norman, bersama M. Syafri dan petugas analisis kebakaran, kemudian mengerahkan personel dari Markas Komando (Mako) Damkarmat dan Pos Porehu untuk melanjutkan pemadaman.
Petugas menangani ketiga titik api secara bergantian hingga seluruhnya berhasil dikendalikan. Proses pemadaman turut dibantu pemerintah setempat, termasuk camat dan sekretaris camat Batu Putih yang berada di lokasi hingga kegiatan selesai.
“Petugas akhirnya menuntaskan pemadaman pada Minggu sekitar pukul 18.30 Wita atau menjelang Magrib,” ungkap Syafri.
Medan Sulit dan Keterbatasan Air Jadi Kendala
Kebakaran tersebut melanda lahan dan kebun sawit milik warga. Namun, luas keseluruhan area yang terbakar belum diketahui secara pasti.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi berbagai kendala, mulai dari medan yang sulit dijangkau, jarak lokasi yang jauh dari sumber air, hingga keterbatasan selang pemadam. Petugas bahkan membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk mengisi kembali persediaan air.
Selain itu, kerusakan kendaraan operasional Pos Batu Putih turut menghambat penanganan kebakaran. Kendaraan tersebut direncanakan ditarik untuk menjalani perbaikan agar dapat kembali digunakan dalam pelayanan pemadaman.
Peristiwa ini menyoroti risiko yang dihadapi petugas Damkarmat Kolut dalam menjalankan tugas di wilayah dengan medan terjal dan akses sumber air yang terbatas.
Penulis : Israil
