KOLAKA UTARA, Mesach seorang Anak yang digembleng Jadi petani, mengikuti Ayahnya seorang petani tulen di ujung kampung, Desa Parinding, Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Anak seorang petani miskin lahir di Mamasa, 46 tahun lalu. Bersama keluarganya mengadu nasib Merantau Ke Kabupaten Kolaka (Sultra) demi mencari kehidupan yang lebih baik.
Di tanah rantau, mereka harus menghadapi berbagai tantangan hidup yang tidak terduga, mulai dari bekerja sebagai buruh tani di lahan orang lain hingga berjuang dalam keterbatasan yang nyaris membuat mereka putus asa.
Namun, di balik setiap kesulitan, ada secercah harapan yang mendorong mereka untuk terus berjuang.
Perjalanan hidup Mesach yang penuh liku dan menyentuh hati ini kemudian dibukukan oleh seorang penulis bernama Lapa dalam bukunya berjudul “Aku Pandai Matematika Tak Mampu Menghitung Karunia Tuhan”.
Kisah ini, tertuang dalam Buku Berjudul ” Aku Pandai Matematika, tak mampu menghitung karunia Tuhan”, Yang diterbitkan, CV. Elpatih Media Insani Desember 1024 di Cimahi dan di Cetak PT. Remaja RosdaKarya Bandung.
Buku 200 Halaman ini, adalah buku kedua yang diterbitkan, terbitan buku pertama Berjudul “Z dalam Literasi Digital”.
Penasaran dengan kisah nyata perjalanan hidup Mesach? Yuk ngobrol langsung dengan penulisnya melalui email: lapa.cloud@gmail.com.
IS





