SDN 1 Tiwu Direvitalisasi Rp640 Juta, 70 Persen Rampung, Pagar Sekolah Masih Menanti

InShot_20261005_092517755

KOLAKA UTARA – SD Negeri 1 Tiwu, Desa Tiwu, Kecamatan Tiwu, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, mulai berbenah. Sejumlah fasilitas utama sekolah kini tengah direvitalisasi melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun Anggaran 2026.
Program yang bersumber dari APBN 2026 tersebut mendapat alokasi anggaran sebesar Rp640.464.003.

Anggaran itu digunakan untuk membenahi empat ruang kelas, satu ruang guru, serta dua ruang toilet yang menjadi bagian penting dalam menunjang aktivitas belajar mengajar di sekolah.

Pekerjaan fisik dimulai sejak Juli 2026 dengan masa pelaksanaan selama 130 hari kalender dan ditargetkan selesai pada 30 November 2026.

Hingga awal Oktober 2026, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 70 persen.
Kepala SDN 1 Tiwu, Sudarmin, S.Pd., mengatakan pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan mekanisme swakelola dan melibatkan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

“Pekerjaannya dimulai sejak bulan Juli. Sekarang pekerjaan sudah mencapai 70 persen,” kata Sudarmin kepada Bumisultra, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, keterlibatan P2SP menjadi bagian dari pelaksanaan program revitalisasi di tingkat sekolah. Panitia tersebut menangani pelaksanaan pekerjaan secara swakelola sesuai ketentuan yang telah ditetapkan.

Sudarmin menyebut revitalisasi tersebut menjadi angin segar bagi SDN 1 Tiwu. Perbaikan fasilitas diharapkan dapat menciptakan ruang belajar yang lebih layak dan nyaman bagi siswa maupun tenaga pendidik.

Namun, pembenahan gedung sekolah belum sepenuhnya menjawab kebutuhan sarana dan prasarana di SDN 1 Tiwu.
Sekolah masih membutuhkan pembangunan pagar sepanjang kurang lebih 100 meter.
Pagar tersebut dinilai penting untuk meningkatkan keamanan lingkungan sekolah sekaligus memberikan batas yang lebih jelas antara area sekolah dan lingkungan di sekitarnya.

“Selain gedung yang saat ini tengah menjalani pembenahan, sekolah kami juga masih membutuhkan pembangunan pagar sepanjang kurang lebih 100 meter,” ujar Sudarmin.

Saat ini, SDN 1 Tiwu memiliki 102 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar. Jumlah tersebut dilayani dengan tujuh ruang kelas yang tersedia di lingkungan sekolah.
Untuk menjalankan kegiatan pendidikan, sekolah memiliki 10 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri dari empat PNS, dua PPPK, tiga PPPK paruh waktu, dan satu tenaga honorer.

Sudarmin berharap seluruh pekerjaan revitalisasi dapat diselesaikan sesuai target sehingga fasilitas yang telah dibenahi dapat segera dimanfaatkan secara maksimal.
“Kami berharap pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sesuai target dan waktu sehingga seluruh fasilitas yang direvitalisasi bisa segera digunakan secara maksimal untuk menunjang kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Ia juga berharap kebutuhan pembangunan pagar sepanjang 100 meter mendapat perhatian. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pembatas lingkungan sekolah, tetapi juga penting untuk mendukung keamanan siswa dan seluruh warga sekolah.

Dengan revitalisasi yang kini telah mencapai 70 persen, pihak sekolah berharap pembenahan sarana pendidikan di SDN 1 Tiwu dapat terus berlanjut hingga kebutuhan fasilitas pendukung lainnya terpenuhi.

Penulis : Israil