Kolaka Utara – pikiranpembaharuan.com – Jalan Trans Sulawesi di perbatasan Desa Lelewawo dan Desa Mosiku, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, kembali tertutup lumpur yang diduga berasal dari aktivitas pertambangan PT Kasmar Tiar Raya, Jumat malam (22/5/2026).
Lumpur yang meluber ke badan jalan menyebabkan puluhan meter ruas jalan nasional tersebut sulit dilalui kendaraan dan sempat menimbulkan kemacetan arus lalu lintas. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 01.00 WITA setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras.
Selain banjir lumpur, longsoran tanah juga terjadi di sekitar lokasi. Pada Sabtu pagi, area yang dianggap rawan longsor telah dipasangi pita garis kuning sebagai tanda peringatan bagi para pengguna jalan yang melintas.
Warga setempat mengaku peristiwa serupa telah berulang kali terjadi setiap kali hujan deras turun. Mereka menduga aktivitas pertambangan di kawasan perbukitan menjadi penyebab utama lumpur terus meluber ke badan jalan.
“Berulang kali terjadi. Harusnya pemerintah mengambil langkah tegas karena ini sangat merugikan masyarakat sekitar dan juga pengguna jalan raya,” ujar Hameuddin, warga setempat.
Menanggapi kejadian tersebut, Humas PT Kasmar Tiar Raya, Zulwan Adriansyah, membenarkan adanya luapan lumpur yang menutupi badan jalan. Ia menyebut perusahaan langsung melakukan penanganan sejak Jumat malam dengan mengerahkan alat berat ke lokasi.
“Sudah sejak Jumat malam kami dan tim melakukan mitigasi penanganan yang maksimal dengan menurunkan satu unit alat berat untuk melakukan pembersihan jalan dan sungai sehingga arus lalu lintas kembali berjalan normal,” katanya.
Menurut Zulwan, pihak perusahaan juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi guna mencegah terulangnya kejadian serupa saat musim penghujan.
Proses pembersihan berlangsung hingga siang hari dengan mengerahkan excavator dan grader untuk menyingkirkan material lumpur dari badan jalan. Sementara itu, personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kolaka Utara turut melakukan penyiraman di sepanjang ruas jalan guna membersihkan sisa lumpur yang menempel di permukaan aspal.
Peristiwa ini kembali menyoroti dampak luapan lumpur terhadap keselamatan pengguna Jalan Trans Sulawesi yang merupakan jalur vital penghubung antardaerah di Pulau Sulawesi.
Penulis : Israil





